Kemelayuan dan Batas-Batasnya Pada Masa Hindu-Buddha

Main Article Content

Ery Soedewo

Abstract

Abstract
Based on Chinese sources, at the first time Malay entity due to political entity. Spread of Ancient Malay language speaker to another place didn’t result lost identity on each participants. It’s also proved the ability of Malays in sea voyage, which is now to be one of their identity, besides Malay language itself.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Soedewo, Ery. 2018. “Kemelayuan Dan Batas-Batasnya Pada Masa Hindu-Buddha”. Berkala Arkeologi Sangkhakala 10 (20). Medan, Indonesia, 19-36. https://doi.org/10.24832/bas.v10i20.255.

References

Anceaux, J.C., 1991. Beberapa Teori Linguistik Tentang Tanah Asal Bahasa Austronesia dalam Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, hlm: 72--91

Barth, Frederick, 1988. Kelompok Etnik dan Batasannya: Tatanan Sosial Dari Perbedaan Kebudayaan. Jakarta: UI Press

Blust, Robert, 1991. Linguistik Historis Bahasa Melayu: Sebuah Laporan Kemajuan dalam Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, hlm: 25--46

Fishman, J.A., 1969. The Sociology of Language dalam Language and Social Context. London: Penguin Education

Narroll, R., 1964. Ethnic Unit Classification dalam Current Anthropology, Vol. 5, No.4

Kartakusuma, Richadiana, 1999. Persebaran Prasasti-Prasasti Berbahasa Melayu Kuna di Pulau Jawa dalam Berkala Arkeologi Th. XIX Edisi No. 2 / November 1999. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta

Kern, Hendrik, 1889. Taalkundige gegevens ter bepaling van het stamland der Maleisch-Polyneische volken. Verslagen en Mededelingen van de Koninklijke Akademie van Wetenschappen, Afdeling Letterkunde, 3 Reeks. 6. Amsterdam

Kozok, Uli, 2006. Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah. Jakarta: Yayasan Naskah Nusantara & Yayasan Obor Indonesia

Kridalaksana, Harimurti, 1991. Pengantar Tentang Pendekatan Historis Dalam Kajian Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia dalam Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Kanisius, hlm: 1--21

_____________, 2001. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Meulen, W.J. van der, 1974. Suvarnadvipa and The Chrysê Chersonêsos dalam Indonesia Volume 18. Cornell: Southeast Asia Programme Cornell University

Micsic, John, 1980. Classical Archaeology in Sumatra dalam Indonesia Volume 30. Cornell: Southeast Asia Programme Cornell University

McKinnon, E. Edwards, 1985. Early Polities in Southern Sumatra: Some Preliminary Observations Based on Archaeological Evidence dalam Indonesia Volume

40. Cornell: Southeast Asia Programme Cornell University

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto, 1993. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka

Prentice, D.J., 1991. Perkembangan Bahasa Melayu Sebagai Bahasa (Inter)Nasional dalam Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogykarta: Penerbit Kanisius, hlm: 180--194

Schnitger, F.M., 1989. Forgotten Kingdoms in Sumatra. Singapore: Oxford University Press

Sinar Basyarsyah II, Tuanku Luckman & Wan Syaifuddin, 2002. Kebudayaan Melayu Sumatera Timur. Medan: Universitas Sumatera Utara Press

Soedewo, Ery, 2005. Pendekatan Glotokronologi Dalam Kajian Lingustik Bagi Pengenalan Kala Pisah Batak Toba Dan Batak Mandailing, suplemen dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 14. Medan: Balai Arkeologi Medan

Steinhauer, H., 1991. Tentang Sejarah Bahasa Indonesia dalam Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, hlm: 195--218

Teeuw, A., 1991. Sejarah Bahasa Melayu dalam Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, hlm: 110--132

Utomo, Bambang Budi, 1990. Jambi: Its Role in The International Affairs During The Classical Period dalam Kalpataru No. 9 edisi khusus Saraswati Esai-Esai Arkeologi, hlm: 64--85

Whitten, Tony; Soeriaatmadja, Roehayat Emon; dan Suraya A. Afiff, 2000. The Ecology of Java and Bali. Hongkong: Periplus Editions Ltd.

Winstedt, Richard, 1981. The Malays – A Cultural History. Singapore: Graham Brash Ltd.

Most read articles by the same author(s)

> >>