Sumberdaya Lahan Basah di Situs-Situs Masa Hindu-Buddha di Daerah Aliran Sungai Batang Ggadis dan Batang Angkola

Main Article Content

Ery Soedewo

Abstract

Abstract
Wetland exploitation along Batang Gadis and Batang Angkola River had triggered the rise of Hindu-Buddhism influence in those area. Temples ruin in Mandailing are facts of sophisticated its civilisation

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Soedewo, Ery. 2018. “Sumberdaya Lahan Basah Di Situs-Situs Masa Hindu-Buddha Di Daerah Aliran Sungai Batang Ggadis Dan Batang Angkola”. Berkala Arkeologi Sangkhakala 11 (22). Medan, Indonesia, 49-60. https://doi.org/10.24832/bas.v11i22.243.

References

Acharya, Prasanna Kumar, 1933. Architecture of Mānasāra. London: Oxford University Press

Andaya, Leonard Y., 2002. The Trans-Sumatra Trade and The Ethnicization of The ‘Batak’, dalam Bijdragen tot de Taal, Land an Volkenkunde. Leiden: Koninklijk Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde (KITLV)

Boner, Alice dan Sadasiva Rath Sarma, 1966. Šilpaprakāsa. Leiden: E. J. Brill

Bosch, F. D. K., 1930. Oudheidkundig Verslag. Batavia: Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen

Bronson, Bennet, 1979. Civilizations of The Tropical Forest: Indochina and Indonesia, dalam Cambridge Encyclopedia of Archaeology. pp. 1--33

Hasanuddin, 1996/1997. Katalog Peralatan Pertanian Tradisional Daerah Sumatera Utara. Medan: Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

Kramsrich, Stella, 1946. The Hindu Temple. Calcutta: University of Calcutta

Lubis, Mhd. Arbain, 1993. Sejarah Marga-Marga Asli di Tanah Mandailing

Mundardjito, 2002. Pertimbangan Ekologis Penempatan Situs Masa Hindu-Buda di Daerah

Yogyakarta. Jakarta: Wedatama Widya Sastra dan École Française D’Extrême-Orient

Parkin, Harry, 1978. Batak Fruit of Hindu Thought. Madras: The Christian Literature Society

Rangkuti, Nurhadi, 1990. Kajian Alokasi Air Irigasi Jawa Kuno: Ajuan Model Untuk Penelitian Agricultur Dalam Arkeologi, dalam Proceedings Analisis Hasil Penelitian Arkeologi III Kajian Agrikultur Berdasarkan Data Arkeologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan hlm. 315--329

Sangti, Batara, 1977. Sejarah Batak. Balige: Karl Sianipar

Schnitger, F. M., 1937. The Archaeology of Hindoo Sumatra. Leiden: E. J. Brill

-----------------------, 1939. The Forgotten Kingdoms in Sumatra. Leiden: E. J. Brill

Setianingsih, Rita M., et.al., 2003. Berita Penelitian Arkeologi No. 10: Prasasti dan Bentuk Pertulisan Lain di Wilayah Kerja Balai Arkeologi Medan. Medan: Balai Arkeologi Medan

Simanjuntak, Bungaran Antonius, 2004. Arti dan Fungsi anah Bagi Masyarakat Batak. Parapat: Kelompok Studi dan Pengembangan Masyarakat (KSPPM)

Soedewo, Ery, & Oetomo, Repelitia Wahyu, 2003. Laporan Penelitian Arkeologi: Penelitian Arkeologi di Kabupaten Mandailing Natal. Medan: Balai Arkeologi Medan

Soedewo, Ery, 2005. Pendekatan Glotokronologi dalam Kajian Lingustik Bagi Pengenalan Kala Pisah Batak Toba dan Batak Mandailing, suplemen dalam Berita Pernelitian Arkeologi No. 14. Medan: Balai Arkeologi Medan

Soegondo, Santoso, 1990. Awal Pertanian di Indonesia: Sebuah Analisis Ekologi Budaya, dalam Proceedings Analisis Hasil Penelitian Arkeologi III Kajian Agrikultur Berdasarkan Data Arkeologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan hlm. 29--47

Soekmono, 1974. Candi Fungsi dan Pengertiannya. Jakarta: Disertasi, Universitas Indonesia

Utomo, Bambang Budi, 1990. Manusia, Hunian, dan Pertanian: Agroekosistem yang Berkesinambungan di Temanggung, dalam Proceedings Analisis Hasil Penelitian Arkeologi III Kajian Agrikultur Berdasarkan Data Arkeologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Vickery, Michael, 1998. Society, Economics, and Politics in Pre-Angkor Cambodia. Tokyo: The Centre for East Asian Cultural Studies for UNESCO

http://mandailingforum.wordpress.com/2008/04/15/berita-madina/

Most read articles by the same author(s)

> >>