Jejak Perdagangan Bebas Cina di Situs Kota Cina dan Pulau Kompei

Main Article Content

Stanov Purnawibowo

Abstract

Abstract
Now, traces of free trade in the archipelago can not be separated from the past maritime trade activities, especially trade relations with Chinesse people. Past trading activity on the east coast of North Sumatera can be traced through the rest of the remains of material culture objects, particularly objects of material culture with respect to trading actvities. This can be traced through the remains of material cultural objects found on the site of Kota Cina dan Kompei Island located in the east coast of North Sumatera.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Purnawibowo, Stanov. 2018. “Jejak Perdagangan Bebas Cina Di Situs Kota Cina Dan Pulau Kompei”. Berkala Arkeologi Sangkhakala 13 (25). Medan, Indonesia, 133-44. https://doi.org/10.24832/bas.v13i25.195.

References

Ambary, H. Muarif, 1984. “Further Notes On Classification Of Ceramics From The Excavation Of Kota Cina”, dalam Studies On Ceramics, Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, hal. 63--72.

....................., 2000. “Peranan Beberapa Bandar Utama Di Sumatera Abad Ke-7-16 M Dalam Jalur Perdagangan Internasional”, dalam Proceedings International Symposium For japanese Ceramics of Archaeological Sites In South East-Asia: The Maritime Relationship On 17 th Century, Jakarta: Pusat Arkeologi dan The Japan Foundation, hal. 12--21.

Anderson, J., 1962. Mission to the East Cost of Sumatra in 1823. London: WMH Allen & Co.

Astuti, Ambar, 1997. Pengetahuan Keramik. Yogyakarta: UGM Press.

Cortesão, Armando, 1944. “The Suma Oriental of Tomé Pires. An Account of the East, from Red Sea to Japan, written in Malacca and India in 1512-1515”. Translated from Portuguese MS in the Bibliothèque de la Cambre des Députés, Paris, and edited by Armando Cortesão. London: Hakluyt Society, 2 vols.

Harkantiningsih, Naniek, 2006. Aspek Arkeologi Dalam Penelitian Keramik. Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Arkeologi. Jakarta: Puslitbang Arkenas.

Koestoro, Lucas Partanda dkk., 2004. Sekilas Balai Arkeologi Medan Dalam Pengembangan dan Pemasyarakatan Ilmu Serta Pengembangan Kebudayaan. Medan: Balai Arkeologi Medan.

-----------------------, 2008. Kotacina Dalam Sejarah Indonesia. Makalah dalam Seminar Arti Penting Situs Kotacina (Medan) Dalam Sejarah Indonesia Dan Pengintegrasiannya Dalam Pengajaran Sejarah Di SMP/SMA. Medan.

Kohji, Ohhashi, 2000. “Keramik Hizen Yang Ditemukan Di Asia Tenggara”, dalam Proceedings International Symposium For japanese Ceramics of Archaeological Sites In South East-Asia: The Maritime Relationship On 17 th Century, Jakarta: Pusat Arkeologi dan The Japan Foundation, hal. 1--11.

Manguin, P. Y., 1989. “The Trading Ships Of Insular South-East Asia”, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi V. Jakarta: IAAI, hal. 200--219.

McKinnon, E. E. dkk., 1978. A Note On Aru And Kota Cina. Indonesia, October, 26.

McKinnon, E. E. dan T. Luckman Sinar, 1981. “A Note On Pulau Kompei In Aru Bay, Northeastern Sumatera”, dalam INDONESIA Vol. 32. Southeast Asia Programme, Cornell University, hal 49 -- 73.

--------------------,1993/1994. “Arca-Arca Tamil Di Kota Cina”, dalam Saraswati Esai-Esai Arkeologi 2, KALPATARU Majalah Arkeologi No. 10. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 53 --79.

Nastiti, Titi Surti, 2003. Pasar di Jawa pada Masa Mataram Kuna Abad VIII – IX Masehi. PT. Dunia Pustaka Jaya. Jakarta.

Sinar, T. Luckman, tt. Bangun dan Runtuhnya Kerajaan Melayu di Sumatera Timur.

Purnawibowo, Stanov dkk., 2008. Laporan Remaping Situs Kotacina Di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Medan: Balai Arkeologi Medan. Laporan.

http://blogs.unpad.ac.id, diunduh tanggal 02 Februari 2010.

http://ekosuwono.wordpress.com/, diunduh tanggal 22 Februari 2010.

http://www.detiknews.com, diunduh 02 Februari 2010.

Most read articles by the same author(s)

> >>