Patung Manusia Pada Kubur Kuna Etnis Batak, Sisa-Sisa Budaya Megalit dan Tradisi di Sumatera Utara

Main Article Content

Nenggih Susilowati

Abstract

Abstract
Human statue in the ancient graves at Tanah Batak is a symbol of ancestor. Stance is associated with cult and repellent function of disaster. Making a simple style human statues or often called “primitive” describes the continuity of culture or tradition of megalithic. Simple style of the displayed image illustrates the high art of making statues associated with the objectives related to the old region of Batak ethnic.The existence of the human statues that can also be viewed as a form of local wisdom in maintaining the original elements of Batak society.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Susilowati, Nenggih. 2018. “Patung Manusia Pada Kubur Kuna Etnis Batak, Sisa-Sisa Budaya Megalit Dan Tradisi Di Sumatera Utara”. Berkala Arkeologi Sangkhakala 13 (25). Medan, Indonesia, 108-24. https://doi.org/10.24832/bas.v13i25.193.

References

Berutu, Lister & Nurbani Padang, 2006. “Mengenal Upacara Adat pada Masyarakat Pakpak di Sumatera Utara”, dalam Seri Etnografi Kebudayaan Pakpak. Medan: PT. Grasindo Monoratama

Harahap, Basyral Hamidy & Hotman M. Siahaan, 1987. Orientasi Nilai-Nilai Budaya Batak, Suatu Pendekatan Terhadap Perilaku Batak Toba dan Angkola-Mandailing. Jakarta: Sanggar Willem Iskander

Koestoro, Lucas Partanda, 2001. “Ganesa dan Perempuan Penunggang Kuda, Dua Objek Ikonografi di Tapanuli Tengah”, dalam Sangkhakala No.09. Medan: Balai Arkeologi Medan, hal. 50--59

Koestoro, Lucas Partanda & Nenggih Susilowati , 2004. “Arkeologi Perbukitan di Bagian Baratlaut dan Selatan Padang Lawas, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara”, dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 12. Medan: Balai Arkeologi Medan

Mulia, Rumbi,1980. “Beberapa Catatan Mengenai Arca-arca yang Disebut Arca Tipe Polinesia”, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi II. Jakarta: Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional, hal. 599--646

Nuraini, Cut, 2004. Permukiman Suku Batak Mandailing. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Perret, Daniel 2002. “Kuburan Batak Modern dari daerah Barus”, dalam Lobu Tua Sejarah Awal Barus, Penyunting: Claude Guillot. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, hal. 197--213

Saragi, Daulat, 2006. “Membaca Patung Primitif Batak sebagai Teks Filsafat Tersembunyi”, dalam Sinar Indonesia Baru, 17 Desember 2006. Medan

Saragi, Daulat, 2007. Dimensi Simbolis Patung Primitif Batak: Kajian Menurut Konsep Estetika Susanne Knauth Langer, Disertasi Doktoral Program Pascasarjana UGM, Yogyakarta

Simandjuntak, B.A., 1993. “Upacara Sekitar Kelahiran pada Orang Batak Toba”, dalam Ritus Peralihan di Indonesia, Koentjaraningrat. Jakarta: Balai Pustaka

Soedewo, Ery, 2007. “Tinjauan Semiotik terhadap Gambaran Dunia Menurut Kosmologi Hindu-Buddha, dan Batak”, dalam Sangkhakala Vol. X No. 19. Medan: Balai Arkeologi Medan, hal. 17--30

Soedewo, Ery, dkk., 2009. “Situs dan Objek Arkeologi di Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara”, dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 21. Medan: Balai Arkeologi Medan

Sulistyanto, Bambang, 1989. “Proses Perkembangan Kesenian dalam Perubahan Kebudayaan”, dalam Berkala Arkeologi No. X (2). Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta, hal. 31--51

Tichelman, G.L.& P. Voorhoeve, 1938. Steenplastiek in Simaloengoen. Medan: Kohler & Co.

Vergouwen, J.C., 2004. Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba. Yogyakarta: LKiS

Most read articles by the same author(s)

> >>