Jalur-Jalur Interaksi di Kawasan Pesisir dan Pedalaman Daerah Sumatra Bagian Utara Pada Masa Pengaruh Kebudayaan India (Hindu-Buddha)

Main Article Content

Ery Soedewo

Abstract

Abstract
The existence of archaeological data in the coastline and hinterland of north sumatra was a trace of an ancient intrerraction track that continued to a later period. The track became a feeding line of the hinterland as trade commodity provider and the coastline as an exit gate of hinterland exported goods and an entrance of imported goods. The evidence of the traffic of commodity in north sumatra was recorded thorugh artefacts or written data.

Abstrak
Eksistensi data arkeologis di kawasan pedalaman dan pesisir Sumatra bagian utara merupakan jejak suatu jalur interaksi kuno yang terus eksis hingga ke masa yang jauh lebih muda. Keberadaannya menjadi penghubung antara kawasan pedalaman sebagai penyedia komoditas perdagangan dengan kawasan pesisir yang menjadi gerbang keluarnya komoditas dari pedalaman dan pintu masuk barang-barang import. Bukti keluar-masuk beragam mata dagangan di Sumatra bagian utara terekam lewat data artefaktual maupun data tertulis.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Soedewo, Ery. 2018. “Jalur-Jalur Interaksi Di Kawasan Pesisir Dan Pedalaman Daerah Sumatra Bagian Utara Pada Masa Pengaruh Kebudayaan India (Hindu-Buddha)”. Berkala Arkeologi Sangkhakala 14 (2). Medan, Indonesia, 240-65. https://doi.org/10.24832/bas.v14i2.151.

References

Adhyatman, Sumarah. 1993. Manik-manik di Indonesia. Jakarta: Djambangan.

Anderson, Jhon. 1826. Mission to The East Coast of Sumatra in 1823. Edinburgh: W. Blackwood/London, T. Cadell Strand.

ANRI Swk 144/7. Handelsverslag over 5 jaren, 1834-1938.

Asnan, Gusti. 2007. Dunia Maritim Pantai Barat Sumatra. Yogyakarta: Ombak.

Berutu, Lister dan Nurbani Padang. 2007. Tradisi dan Perubahan. Medan: Grasindo Monoratama.

Berutu, Tandak. 2007. “Upacara Adat pada Masyarakat Pakpak Dairi dalam Berutu.” Lister dan Nurbani Padang ed. Tradisi dan Perubahan. Medan: Grasindo Monoratama: 7-35.

Boomgart, L. 1947. “Out Mijnwerken op Sumatra’s Westkust.” Geologie en Mijnbouw 925.

Burton & Ward. 1827. “Report of Journey into The Batak country in The Interior of Sumatra in the year 1824.” TRASL I: 485-513.

Cats, J. A. M. Baron de Raet van. 1875. “Reizen in de Battaklanden in December 1866 en Januari 1867.” Tijdschrift voor indische Taal-, Land- en Volkenkunde 22.

Damais, Louis-Charles. 1955. E’tudes d’Ephigraphie Indonesienne: IV. Discussion de la Date des Inscriptions. BEFEO. Jilid XLVII (1): 251-441.

Dobbin, Christine. 1977. “Economic Change in Minangkanau as a Factor in the Padri Movement, 1784-1849.” Indonesia no. 23. Cornell University.

Groeneveldt, W.P. 1960. Historical Notes on Indonesia and Malaya Compiled from Chinese Sources. Jakarta : C.V. Bharata.

Guillot, Claude, dll. 2008. Barus Seribu Tahun Yang Lalu. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Haan, C. de. 1875. “Verslag van eene Reis in de Bataklanden.” VGB 28: 1-57.

Hagen, H. De. 1883. “Zu den Wanderungen der Battas.” Das Ausland 01: 9-13.

Kemp, P.H. van der. 1894. “Aean Bijdrage tot E.B. Kielstra’s opstellen over Sumatra’s Westkust.” BKI 2.

Kévonian, Kéram. 2002. “Suatu Catatan Perjalanan di Laut Cina Dalam Bahasa Armenia.” Lobu Tua Sejarah Awal Barus (Claude Guillot, ed). Jakarta: École française d’Extrême-Orient, Association Archipel, Pusat Penelitian Arkeologi, dan Yayasan Obor Indonesia.

Koestoro, Lucas Partanda, et.al. 2001. Berita Penelitian Arkeologi No. 6 Penelitian Arkeologi di Kotamadya Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Kozok, Uli. 1999. Warisan Leluhur Sastra Lama dan Aksara Batak. Jakarta: École française d’Extrême-Orient & Kepustakaan Populer Gramedia.

Kroesen, J. A. 1897. “Eene reis door de lanschappen Tandjoeng Kassau, Siantar en Tanah Djawa.” TBG XXXIX: 229-304.

Marsden, William. 1788. Histoire de Sumatra. ParisL tp.

-------------------. 1999. Sejarah Sumatra. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Middendrop, W. 1929. “The Administration of The Outer Provinces of The Netherkand Indies.” B. Schrieke ed. The Effect of Western Influence on Native Civilisations in The Malay Archipelago. Batavia: Royal Batavia Society of Arts and Sciences:34-70.

McKinnon, Edmund Edwars. 1993-1994. “Arca-Arca Tamil di Kota Cina.” Saraswati Esai-Esai Arkeologi 2, Kalpataru Majalah Arkeologi No. 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: 53-59.

-------------------. 2009. “Ceramics, Cloth, Iron and Salt: Coastal Hinterland Interaction in The Karo Region of Northern Sumatra.” From Distance Tales: Archaeology and Ethnohistory in The Highlands of Sumatra. Dominic Bonatz, John Miksic, J. David Neidel, Mai Lin Thoa-Bonatz ed. New Castle: Cambridge Scholars Publishing.

Munoz, Paul Michel. 2006. Early Kingdoms Of The Indonesian Archipelago and The Malay Peninsula. Singapore: Editions Didier Millet Pte. Ltd.

Parkin, Harry. 1978. Batak Fruit of Hindu Thought. Mandras: The Christian Literature Society.

Perret, Daniel & Heddy Surachman ed. 2009. Histoire De Barus III Regards Sur Une Place Marchande De I’Ocean Indien (Xlle-milieu du XVIIe s.). Paris: Cahier d’ Archipel 38.

Perret, Daniel. 2010. Kolonialisme dan Etnitas Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut. Jakarta: Kepustakaan populer Gramedia.

Sartono, S. 1984. “Emas di Sumatra Kala Purba.” Berkala Arkeologi Amerta No. 8. Jakarta: Puslitarkenas.

----------------. Tt. Indische Taal-, Land-en Volkenkunde. Batavia: Kononklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.

Setianingsih, Rita Margaretha. 2005. Berita Penelitian Arkeologi No. 10: Prasasti dan Bentuk Pertululisan Lain di Wilayah Kerja Balai Arkeologi Medan. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Siahaan, E. K, dkk. 1977/1978. Survei Monograpi Kebudayaan Pakpak Dairi di Kabupaten Dairi. Medan: Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Sumatra Utara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sinuhaji, Tolen dan Hasanuddin. 1999/2000. Batu Pertulanen di Kabupaten Pakpak Dairi. Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Museum Negeri Provinsi Sumatra Utara.

Soekmono. 1977. Candi, Fungsi dan Pengertiannya. Jakarta: Direktorat Pembinaan dan Pengabdian Pada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Subbarayalu, Y. 2002. “Prasasati Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus Suatu Peninjauan Kembali.” Lobu Tua Sejarah Awal Barus. Claude Guillot ed. Jakarta: École française d’Extrême-Orient, Association Archipel, Pusat Penelitian Arkeologi, dan Yayasan Obor Indonesia: 17-26.

-------------------. 2009. “A Trade Guild Tamil Inscription at Neusu, Aceh.” Daniel Perret & Hendy Surachman ed. Histoire De Varus III Regards Sur Une Place Merchande De I’Ocean Indien (Xlle-milieu du XVIIe s.). Paris: Association Archipel & École française d’Extrême-Orient: 529-532.

Utomo, Bambang Budi. 2007. Prasasti-Prasasti Sumatra. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Westenberg, C.J. 1891. “Nota over de onafhankelihke Bataklanden” TBG XXXIV: 105-116.

Wolters, O.W. 1967. Early Indonesian Commerce: a study on the Origin of Srivijaya. Ithaca: Cornell
Unioversity Press.

Most read articles by the same author(s)

> >>