Sisa Tradisi Megalitik Pada Budaya Materiil Masyarakat Mandailing

Main Article Content

Nenggih Susilowati

Abstract

Abstract
Megalithic culture or tradition is generally accepted as an animism mixed with the long-disapeared Hindu-Buddha beliefs remains as Islam penetrated. The megalithic concept or cultural elements that have existed and rooted in the followers still show a connection with the past. The material culture contains positive values related with the people. Such values are traditional value, law, democracy, togetherness, and wisdom of the surrounding. Explorative-descriptive reseach method with inductive reasoning is used in this paper.

Abstrak
Secara umum budaya atau tradisi megalitik yang sering dikaitkan dengan kepercayaan animisme, yang sebagian bercampur dengan sisa-sisa kepercayaan Hindu-Buddha telah lama menghilang dalam kehidupan masyarakat Mandailing, bersamaan dengan masuknya pengaruh Islam. Namun demikian konsep maupun unsur budaya yang pernah ada dan mengakar pada masyarakatnya, menyebabkan sebagian bentuk budaya material maupun tradisinya masih menampakkan hubungan dengan budaya masa lalunya. Di dalam budaya materiil tersebut terkandung nilai-nilai budaya yang positif berkaitan dengan kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai itu meliputi nilai adat, hukum, demokrasi, gotong-royong, dan kearifan terhadap alam lingkungannya. Penulisan bertipe eksploratif-deskriptif menggunakan alur penalaran induktif.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Susilowati, Nenggih. 2018. “Sisa Tradisi Megalitik Pada Budaya Materiil Masyarakat Mandailing”. Berkala Arkeologi Sangkhakala 15 (1). Medan, Indonesia, 119-41. https://doi.org/10.24832/bas.v15i1.140.

References

Heekeren, H.R.Van. 1972. The Stone Age Of Indonesia, dalam VKI No.61. The Hague: Martinus Nijhoff.

Lubis, M. Arbain. 1993. Sejarah Marga-marga Asli di Mandailing. Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Wilayah Propinsi Sumatera Utara.

Nasution, Edi. 2007. Tulila: Muzik Bujukan Mandailing. Penang: Areca Books.

Nasution, Pandapotan. 2005. Adat Budaya Mandailing dalam Tantangan Zaman. Medan: Forkala Prov. Sumatera Utara.

Nuraini, Cut. 2004. Permukiman Suku Batak Mandailing. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Th Pigeaud, G. Th. 1960. Java in the 14 Century Asia Study in Cultural History. The Hague-Martinus Nijhoff.

Restiyadi, Andri. 2010. “Catatan tentang Gaya Seni Relief di Candi Simangambat, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara”, Berkala Arkeologi Sangkhakala 13 (25): 1-12.

Schnitger, F.M. 1937. “The Archaeology of Hindoo Sumatra”, Internationales Archiv Fϋr Ethnographie. Leiden: E.J. Brill.

Soedewo, Ery dan Repelita W. Oetomo. 2003. Laporan Penelitian Arkeologi, Penelitian Arkeologi di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Soejono, R.P. ed. 2009. Sejarah Nasional Indonesia I. Jakarta: Balai Pustaka.

Simanjuntak, Truman, Muh.Fadhlan S.Intan, & M. Irfan Mahmud ed. 2007. Arkeologi dan Etnografi Kalumpang Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Jakarta: Puslitbang Arkenas.

Situmorang, Oloan. 1997. Mengenali Bangunan serta Ornamen Rumah Adat Daerah Mandailing dan Hubungannya dengan Perlambangan Adat. Medan: CV. Angkasa Wira Usaha.

Susilowati, Nenggih. 2001. Laporan Penelitian Arkeologi. Penelitian Arkeologi di Batu Gajah, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Medan: Balai Arkeologi Medan (tidak diterbitkan).

---------------. 2010. “Patung Manusia pada Kubur Kuna Etnis Batak, Sisa-sisa Budaya Megalit dan Tradisinya di Sumatera Utara.” Berkala Arkeologi Sangkhakala 13 (25): 108-24.

Tichelman, G.L. & P. Voorhoeve. 1938. Steenplastiek in Simaloengoen. Medan: Kohler & Co.

Vergouwen, J. C. 2004. Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba. Yogyakarta: LkiS.

Wagner, F.A. 1962. Indonesia, the Art of an Island group. Art of the World Series.

Wiradnyana, Ketut dan Taufiqurrahman Setiawan. 2011. Gayo Merangkai Identitas Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Website:
Lubis, Pengaduan. 1998. ”Pelestarian Warisan Budaya Mandailing.” Diakses pada 12 Desember 2011. http://www.mandailing.org/ind/rencana17.html.

Lubis, Pangaduan Z. 2011. “Fungsi Bagas Godang & Sopo Godang”, Diakses pada 12 Desember 2011. http://www.mandailing.org/ind/arsitektur.html

Nasution, Edi. 2007. ”Bolang– Ornamen Tradisional Mandailing.” Diakses pada 13 Desember 2011. http://apakabarsidimpuan.com/2010/05/bolang-ornamen-tradisional-mandailing.

“Sangkalon, Simbol Keadilan”, Diakses pada 12 Desember 2011. http://www.mandailing.org/ind/kepemimpinan-ssk.html.

“Kotanopan & Singengu”, Diakses pada 13 Desember 2011. http://www.mandailing.org/ind/ge-kotanopan.html.

Most read articles by the same author(s)

> >>