CANDI SIMANGAMBAT: CANDI HINDU BERLANGGAM ARSITEKTUR JAWA, DI MANDAILING NATAL, SUMATERA UTARA

Ery Soedewo, Andri Restiyadi

Abstract


Candi Simangambat yang merupakan candi hindu terdapat di Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Berdasarkan pada temuan artefaktual penelitian yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara selama tahun 2008 2012 mengindikasikan bahwa candi ini memiliki rentang waktu pemanfaatan sekitar abad 9-11 Masehi. Salah satunya berdasarkan pada komparasi botol kaca yang ditemukan pada penelitian candi Simangambat dan situs Lobu Tua. Adapun permasalahan pada artikel ini adalah seperti apa ujud bangunan Candi Simangambat di masa lalu ? Masih terkait dengan masalah fisik bangunan candi, pertanyaan berikut yang muncul adalahdarimana batu-batu alam sebagai material penyusun Candi Simangambat berasal ? Berdasarkan pada asumsi rentang waktu pemanfaatannya, maka artikel ini mencoba untuk mengkomparasikan data arsitektural yang dijumpai di Candi Simangambat dan candi-candi semasa yang terdapat di Jawa. Selain itu juga mencoba untuk menelusuri sumber bahan baku batu yang digunakan di Candi Simangambat. Hasil komparasi arsitektural menunjukkan bahwa candi ini memiliki gaya seni yang sama dengan candi-candi abad 9 11 Masehi di Jawa. Adapun berkaitan dengan lokasi bahan baku batu yang digunakan kemungkinan besar terletak di Situs Kebun Baturosak yang tidak jauh dari Candi Simangambat.


Keywords


rekonstruksi; Candi Simangambat; bahan baku batu; gaya arsitektur

Full Text:

PDF

References


Acharya, Prasanna Kumar, 1933. Architecture of Manasara. London: Oxford University Press

Istari, T. M. Rita, 2012. “Ragam Hias Candi-candi di Jawa Tengah” dalam Arkeologi Untuk Publik. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, hlm: 793 807

Kramsrich, Stella, 1946. The Hindu Temple. Calcutta: University of Calcutta

Munandar, Agus Aris, 2015. Keistimewaan Candi-Candi Zaman Majapahit. Jakarta: Wedatama Widya sastra

Restiyadi, Andri, 2010a. “Catatan tentang Gaya Seni Relief di Candi Simangambat, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara,” dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala No. 25. Medan: Balai Arkeologi Medan.

_____, 2010b. “Gambaran Arsitektur Dan Teknik Konstruksi Candi Simangambat, Kabupaten

Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara,” dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala No. 26. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Schnitger, F.M., 1937. The Archaeology of Hindoo Sumatra. Leiden: E.J. Brill

Soedewo, Ery dkk. 2008. Laporan Penelitian Arkeologi Situs Simangambat Kabupaten Mandailing Natal. Medan: Balai Arkeologi Medan.

_____., 2009. Laporan Penelitian Arkeologi Situs Simangambat, Kabupaten Mandailing Natal. Medan: Balai Arkeologi Medan

_____., 2010. Laporan Penelitian Arkeologi Jejak Peradaban Hindu- Buddha di Daerah Aliran Sungai Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Medan: Balai Arkeologi Medan

_____. 2011. Laporan Penelitian Arkeologi Situs Simangambat di Mandailing Natal. Medan: Balai Arkeologi Medan.

_____. 2012. Laporan Penelitian Arkeologi Situs Simangambat di Kabupaten Mandailing Natal. Medan: Balai Arkeologi Medan

Soekmono, 1995. “Memugar Candi atau Mendirikan Candi Baru ?.” dalam Hariani Santiko dkk (eds.) Kirana Persembahan untuk Prof. Dr. Haryati Soebadio. Jakarta: P.T. Intermasa, hlm: 17 23


Article Metrics

View Counter : Abstract | 21 | PDF | 10 | Total View | 31 |

DOI: https://doi.org/10.24832/bas.v21i2.363

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.