KEBERADAAN PRASASTI DALAM KONTEKS KEPURBAKALAAN HINDU-BUDDHA DI PADANG LAWAS, SUMATERA UTARA

Churmatin Nasoichah

Abstract


Pada tahun 2018, Balai Arkeologi Sumatera Utara melakukan survei arkeologi dan menemukan 1 (satu) buah prasasti bernama Prasasti Bahagas. Adapun Permasalahannya adalah apakah makna keberadaan Prasasti Bahagas bagi kesejarahan di kawasan kepurbakalaan Hindu-Buddha Padang Lawas, Sumatera Utara? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna keberadaan Prasasti Bahagas bagi kesejarahan di kawasan kepurbakalaan Hindu-Buddha Padang Lawas, Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif. Dari hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa Prasasti Bahagas dibuat dari batuan andesit, berbentuk lapik arca, menggunakan aksara pasca-palawa atau paleo-sumatera, dan berbahasa Batak yang diartikan sebagai bangunan yang kuat dan kokoh. Terkait dengan masyarakat pendukung budayanya, penyebutan kata bahagas ini dapat menambah asumsi bahwa masyarakat pendukung kepurbakalaan Hindu-Buddha di Padang Lawas adalah masyarakat ber-etnis Batak.


Keywords


Prasasti Bahagas , bagas, aksara pasca-palawa atau paleo-sumatera, bangunan kokoh

Full Text:

PDF

References


Boechari. 2012. Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Griffiths, Arlo. 2014. “Inscriptions of Sumatra III. The Padang Lawas Corpus Studied Along With

Inscriptions From Sorik Merapi (North Sumatra) and From Muara Takus (Riau)”, dalam History of Padang Lawas. II. Societies of Padang Lawas (mid-9th - 13th century CE) Edited by Daniel Perret. Paris: Cahier d’Archipel 43. Hal. 211-254.

Holle, K.F. 1877. Tabel van Oud en Nieuw Indische Alphabetten. Batavia: Bataviaasch Genootschap van Kunsten & We Tenschappen.

Keraf, Gorys. 1996. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kozok, Uli. 2005. Kitab Undang-undang Tanjung Tanah Naskah Melayu yang Tertua. Jakarta: Yayasan Naskah Nusantara dan Yayasan Obor Indonesia.

Nasoichah, Churmatin. 2008. “Latar Belakang Penulisan Prasasti Tandihat II Pada Paha Kiri Depan Arca Singa”. Dalam Jurnal Berkala Arkeologi Sangkhakala Vol. XI No. 21 2008. Medan: Balai Arkeologi Medan. Hal. 12-19.

Nasoichah, Churmatin. 2012. “ Prasasti Sitopayan 1 & 2: Tinjauan Aspek Ekstrinsik dan Intrinsik” dalam Jurnal Berkala Arkeologi Sangkhakala Vol. XV No. 1 Mei 2012. Medan: Balai Arkeologi Medan. Hal. 11-29.

Prasojo, Tjahyono. 1991. “Kecenderungan Arah dan Prospek Studi Paleografi Klasik di Indonesia dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi VI, buku ke-1. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Purwadi dan Eko Priyo Purnomo. 2008. Kamus Sansekerta Indonesia.Yogyakarta: Budaya Jawa.com.

Simanjuntak, Mangantar. 1987. Pengantar Psikolinguistik Moden. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pelajaran Malaysia.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Zoetmulder, P.J. 1995. Kamus Jawa Kuna Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Website:

Chaer, Abdul dan Liliana Muliastuti. -. Semantik Bahasa Indonesia. http://repository.ut.ac.id/4770/1/P BIN4215-M1.pdf. Diakses pada 26 Agustus 2018.

https://kbbi.web.id/. Diakses pada tanggal 28 Agustus 2018.

http://www.kamusbatak.com/kamus?teks=bagas&bahasa=batak&submit=Te rjemahkan. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2018.


Article Metrics

View Counter : Abstract | 48 | PDF | 14 | Total View | 62 |

DOI: https://doi.org/10.24832/bas.v21i2.362

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.