BENTENG PORTUGIS UJUNG WATU, JEPARA: HUBUNGAN KEKUATAN MARITIM NUSANTARA

Stefanus Stefanus, Lucas Partanda Koestoro

Abstract


Paper ini mengetengahkan keberadaan bangunan yang disebut Benteng Portugis di Ujung
Watu Jepara dalam hubungannya dengan lansekap kultural di wilayah Pesisir Utara Jawa.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ke-lisanan yang berkembang
didaerah tersebut terhadap persitiwa terkait keberadaan bangunan benteng. Metode yang
dipergunakan adalah observasi langsung di lapangan, live in dan studi kepustakaan. Hasil
penelitian memberikan gambaran berdasar rekonstruksi sumber-sumber tertulis bahwa
bangunan yang diyakini dibangun oleh Portugis antara tahun 1632-1635 mengacu perjanjian
Kesultanan Mataran dengan Portugis dalam menghalau penetrasi VOC. Pada akhirnya
aliansi Mataram-Portugis juga dapat dikalahkan oleh VOC. Portugis terusir dari wilayah Barat
Nusantara dan Kesultanan Mataram kehilangan kendali atas Laut Jawa dan Pesisir Utara
Jawa. Hal ini membuat Kesultanan Mataram kemudian cenderung beralih pada ideologi
agraris konservatif, sedangkan Portugis mengalihkan perhatiannya di daerah Timor dan, VOC
menjadi pihak yang menghegemoni atas Pesisir Utara Jawa dan Laut Jawa sebagai
penghubung yang strategis. Hal ini kemudian melahirkan narasi lisan terkait dengan peristiwa
yang terjadi seputar bangunan banteng tersebut, baik narasi yang dilahirkan oleh pihak yang resisten maupun narasi yang dilahirkan oleh pihak yang dominan, yang telah membentuk
sejarah Nusantara.

Keywords


Benteng; Mataram; Portugis; VOC; Maritim

Article Metrics

View Counter : Abstract | 27 | PDF (Bahasa Indonesia) | 16 | Total View | 43 |

DOI: https://doi.org/10.24832/bas.v21i1.325

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.