GAMBAR CADAS DI NGALAU TOMPOK SYOHIAH I DALAM KAITANNYA DENGAN BUDAYA PERTANIAN

Ketut Wiradnyana, Tafiqurrahman Setiawan, Diyah Hidayati

Abstract


Pemaknaan seni gambar cadas di Ngalau Tompok Syohiah I harus disertai konteks bentuk, ruang, dan waktu, serta budaya yang mendukung keberadaannya, meliputi teknologi, religi, atau tradisi masyarakat maupun lingkungan sekitarnya. Tulisan ini bertujuan untuk memaknai gambar cadas yang terdapat di Ngalau Tompok Syohiah I, terutama yang berkaitan dengan
tradisi atau budaya pertanian masyarakat sekitarnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, guna mengungkapkan berbagai aspek yang terkandung pada objek arkeologis maupun gambar cadas di gua tersebut. Kajian etnografi dimanfaatkan untuk mengetahui tradisi dan folklor yang terkait dengan situs dan objek arkeologisnya, terutama gambar cadas yang berkaitan dengan pertanian dan kepercayaan lokalnya. Secara kontekstual gua dan objek arkeologis seperti gambar cadas, menhir, dan makam semu berkaitan dengan lingkungan dan kegiatan pertaniannya. Demikian juga perilaku orang yang datang ke gua tersebut sangat beragam, tergantung pada tujuan masing-masing. Sebagian orang walaupun sudah memeluk agama Islam, ada yang masih menjalani tradisi lama terutama yang berkaitan dengan kegiatan pertanian.

Keywords


gambar cadas; menhir; folklor; tradisi pertanian

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Irwan. 2006. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Majid, Zuraina. 1982. “The West Mouth, Niah In The Prehistory of Southeast Asia” The Serawak Museum journal, Vol. XXXI. No.52 (New Series). Kuching: Museum Kuching Serawak

Majid, Zuraina. 1998. “Sumbangan Arkeologi terhadap Sejarah Negara” Archaeological Research and Museum in Malaysia, Malaysia Museum Journal, Vol. 34. Zuraina Majid. Ed. Kuala Lumpur : Departement of Museums and Antiquities Malaysia. Hal 59-64

Oktaviana, Adhi Agus. 2015. “Pengaplikasian Dstretch pada Perekaman Gambar Cadas di Indonesia”, Diskusi Ilmiah Arkeologi. Jakarta: IAAI.https://www.researchgate.net/

Tim Penyusun, 1991/1992. Arsitektur Tradisional Batak Karo, Pustaka Wisata Budaya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Ritzer, George dan Goodman, Douglas J. 2004. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Siahaan, Nalom. 1982. Adat Dalihan Natolu Prinsip dan Pelaksanaannya. Jakarta: Tulus Jaya

Sipayung, Hernauli. 1995/1996. Peralatan Upacara Religi Batak Toba. Medan: Museum Negeri Sumatera Utara

Soejono, R.P. & RZ. Leirissa. 2009. Sejarah Nasional Indonesia I, Jaman Prasejarah di Indonesia (edisi pemutahiran). Jakarta: Balai Pustaka

Susilowati, Nenggih, et al. 2017. Penelitian Arkeologi Prasejarah di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Ekskavasi di Ngalau Tompok Syohiah 1, Nagari Situmbuk, Kecamatan Salimpaung dan Survei di Sekitarnya). Medan: Balai Arkeologi Medan (belum terbit)

Noerwidi, Sofwan. Archaeological Research at Kendeng Lembu, East Java, Indonesia. Bulletin of the Indo-Pasific Prehistory Association 29, https://journals.lib.washington.edu/index.php/BIPPA/article/viewFile/9474/8461

Taufiqurrahman, Muhammad. 2018. “Peradaban Manusia 4.000 tahun lalu di GuaJarie sudah tanam padi”, Detik news, Rabu 30 mei 2018. https://news.detik.com

Tim Penelitian. 2016. “Karawang Dalam Lintasan Peradaban” dalam Seri Laporan Penelitian Arkeologi No.1, 2016. Jakarta: Puslit Arkenas

Wiradnyana, Ketut. 2017. “Mereposisi Fungsi Menhir Dalam Tradisi Megalitik Batak Toba” dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala Vo. 20 No.1 Mei 2017. Medan Balai Arkeologi Sumatera Utara. Hal.33-47


Article Metrics

View Counter : Abstract | 52 | PDF | 29 | Total View | 81 |

DOI: https://doi.org/10.24832/bas.v21i1.323

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.