Transformasi Fragmen Tembikar dan Keramik di Situs Kota Lama, Indragiri Hulu, Riau

Stanov Purnawibowo, Baskoro Daru Tjahjono

Abstract


Abstract
Study on the transformation of pottery and ceramic fragments at Kota Lama Site, Indragiri Hulu, Riau is a study that scrutinizes the formation process of archaeological data. The formation process is identified through artifactual and contextual data resulted from an archaeological excavation at the site in 2016. The problem to be uncovered is the transformation process of archaeological data at Kota Lama site to reveal the formation of data and context found at the site. The research was carried out using the inductive chain of thought, which uses data classifications of fragments of pottery, ceramics, and coin-shaped terracotta objects called gacuk, as well as matrix, provenience, and association during the early phase. Analyses on artifactual data include quantitative, typological/morphological (form), spatial, and temporal ones. Contextual data were analyzed using morphological and their positions. Furthermore, those data were elaborated one with another to identify their type of context in order to understand their formation process that occurred at the site. In the last part, there are in general two contexts at the site, which are primary and secondary contexts.



Abstrak
Kajian transformasi fragmen tembikar dan keramik di situs Kota Lama, Indragiri Hulu, Riau merupakan kajian untuk menelaah proses pembentukan data arkeologi yang diidentifikasi melalui data artefaktual dan data kontekstual yang dihasilkan dalam ekskavasi arkeologis di situs tersebut tahun 2016. Penelitian dilakukan dengan alur induktif yang menggunakan pemerian data fragmen tembikar, keramik, gacuk, matriks, provinience, dan asosiasi pada tahap awal. Analisis yang dilakukan pada data  artefak menggunakan analisis kuantitif, bentuk, keruangan, dan waktu. Adapun data konteks dianalisis mengunakan analisis morfologi dan posisinya. Selanjutnya data tersebut digabungkan satu dengan lainnya untuk mengidentifikasi jenis konteks untuk mengetahui proses pembentukan data yang terjadi di situs tersebut. Hasilnya, transformasi data arkeologi di situs Kota Lama membentuk dua buah konteks, yaitu konteks primer dan konteks sekunder


Keywords


gacuk, ceramic, context, pottery, transformation data

References


Adhyatman, Sumarah. 2000. Keramik Cina Zhangzhao (Swatow) Abad 16 – 17 Yang Ditemukan Di Indonesia. Dalam Proceeding International Symposium For Japanese Ceramics of Archaeological Sites In South-East Asia: The Maritime Relationship on 17th Century. Penyunting: Naniek Harkantiningsih dan Sugeng Riyanto. Jakarta: Pusat Arkeologi dan The Japan Foundation. Halaman 53 -- 67.

Brown, Roxanna Maude. 2000. The Ceramics Of South-East Asia, Their Dating And Identifications. Second edition. Chicago: Art

Media Resources, LTD.

Brown, Roxanna Maude.. 2009. The Ming Gap And Shipwreck Ceramics In South-East Asia, Toward A Chronology Of Thai Trade Ware. Bangkok: The Siam Society & Bangkok Printing Co., Ltd.

Daniels, S. G. H. 1972. Research Design Models. Dalam David L. Clark (ed), Models In Archaeology. London: Methuen and Co. Ltd. Halaman 201 -- 229.

Eriawati, Yusmaini. 2013. Panduan Pengenalan Keramik. Modul khusus pembelajaran keramik. Jakarta: Pusat Arkeologi Nasional. Tidak diterbitkan.

Eriawati, Yusmaini. tanpa tahun. Keramik Thailand. Power Point Modul Pembelajaran Keramik. Jakarta: Pusat Arkeologi Nasional. Tidak diterbitkan.

Mundardjito. 1982. Pandangan Tafonomi Dalam Arkeologi: Penilaian Kembali Atas Teori Dan Metode. Dalam PIA II. Jakarta: Proyek Penelitian Arkeologi. Halaman 497-- 509.

Purnawibowo, Stanov. 2005. Transformasi Fragmen Keramik Di Parit Keliling Kompleks candi Plaosan. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Purnawibowo, Stanov. 2011. Cultural Transform Di Situs Benteng Puteri Hijau. Dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala Vol. XIV No. 27, April 2011. Medan Balai Arkeologi Medan. Halaman 165 -- 178.

Reid, J. Jefferson. 1995. Four Strategies After Twenty Years: A Return To Basic. Dalam James M. Skibo, William H. Walker, dan Axel E. Nielsen (ed.), Expanding Archaeology. Salt Lake City: University Of Utah Press. Halaman 5 -- 21.

Sharer, Robert J., dan Wendy Ashmore. 1992. Archaeology Discovering Our Past. Second edition. California: Mayfield Publishing Company.

Skibo, James M., Wiliam H. Walker, dan Axel E. Nielsen (ed). 1995.

Expanding Archaeology. Salt Lake City: University of Utah Press.

Tanudirdjo, Daud Aris. 1992. Retropeksi Penelitian Arkeologi Di Indonesia. Dalam PIA VI. Malang: IAAI. Halaman 156 -- 174.

Tjahjono, Baskoro Daru, Stanov Purnawibowo, Repelita Wahyu

Oetomo, Defri Elias Simatupang, Churmatin Nasoichah, dan Tedy

Setyadi. 2016. Ekskavasi Jejak Kerajaan Indragiri Di Kota Lama,

Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Laporan Penelitian

Arkeologi. Medan: Balai Arkeologi Sumatera Utara. Tidak diterbitkan.

Yuwono, Jarwo Susetyo Edi. 2003. Aspek-Aspek Teknis Ekskavasi Dalam Kerangka Pemahaman Transformasi Data. Diunduh dari http://geoarkeologi.blog.ugm.ac.id /files/2010/08/ywn_excavasi_2003.pdf, tanggal 19 Desember 2016 Jam 10.00 WIB. Makalah disampaikan pada Bimbingan Pelatihan Metodologi Penelitian Arkeologi, Puslitarkenas, Yogyakarta, 2003.


Article Metrics

View Counter : Abstract | 218 | PDF (Bahasa Indonesia) | 5 | Total View | 252 |

DOI: https://doi.org/10.24832/bas.v19i2.29

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.