Tokoh Surrya (Juru Pāndai) dalam Penulisan Prasasti Gunung Tua (Bhatāra Lokanātha)

Churmatin Nasoichah

Abstract


Abstract
The mention of the name of Pāndai is rarely to be found in an inscription without any mention of the name of a king, royal official or a person who receives the inscription. His ability in mastering bilingual and expertise in making a statue Lokanātha, which is an important figure in Buddhism, not make an ordinary pāndai. He is mentioned in the inscription by the name of Suryya. In Mandailing society, Suryya is associated with their ancestors named Namora Pande Bosi.

Keywords


prasasti, pāndai, arca Bhatāra Lokanātha, bilingual

Full Text:

PDF

References


Bhattacharyya, Ma., Ph. D. Benoytosh, 1958. The Indian Buddhist Iconography. Calcutta: Firma K. L. Mukhopadhyay.

Brandes, J.L.A., 1913. “Oud Javaansche Orkonden”. Disunting oleh N.J. Krom, VBG, LX. Batavia: Albrecht & Co.; ‘s Gravenhage: Martinus Nijhoff.

Damais, L.-Ch., 1955. “Etudes d’épigraphie Indonésienne, IV: discussion de la date des inscriptions”, dalam BÈFEO XLVII(1), Paris: Ecole Francaise d’Extreme Orient, hal. 1—290.

Gonda, J., 1991. “Proses Peminjaman di Asia Tenggara”, dalam Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Kanisius, hal. 47--71.

Kartoatmodjo, M.M. Sukarto, 1991. “Peranan Golongan “Asta Candala” Dalam Perekonomian Indonesia Kuno”, dalam Analisis Hasil Penelitian arkeologi II, Trowulan, 8-11

November 1988 Jilid II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 60— 65.

Kempers, A.J. Bernet, 1959. Ancient Indonesian Art. Cambridge: Harvard University Press.

Kozok, Uli, 2006. Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah. Naskah Melayu yang Tertua. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Kridalaksana, Harimurti, 1991. “Pengantar Tentang Pendekatan Historis Dalam Kajian Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia”, dalam Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Kanisius, hal. 1--21.

Lubis, Mhd. Arbain, 1993. Sejarah Marga-Marga Asli Di Tanah Mandailing. Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sumatera Utara.

Montana, Suwedi, 1993. “Pande Dalam Masyarakat Jawa, Pelaku Mysterious Art of Metallurgy”, dalam Analisis Hasil Penelitian Arkeologi IV, Kuningan, 10-16 September 1991. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 261--266.

Nastiti, Titi Surti, 1993. “Pandai Logam Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Kuno”, dalam Analisis Hasil Penelitian Arkeologi IV, Kuningan, 10-16 September 1991. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 267--280.

Setianingsih, Rita Margaretha, dkk., 2003. Berita Penelitian Arkeologi No. 10. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Shakya, Min Bahadur, 1994. The Iconography of Nepalese Buddhism. Kathmandu, Nepal: Handicraft Association of Nepal bekerja sama dengan ZDH/Technonet Asia Partnership Programme.

Soedewo, Ery, 2007. “Kemelayuan dan Batas-Batasnya Pada Masa Hindu-Buddha”, dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala No. 20. Medan: Balai Arkeologi Medan, hal. 19—36.

Subroto, PH., 1980. “Kelompok Kerja Pandai Besi Pada Relief Candi Sukuh”, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi, Cibulan, 21-25 Februari 1977. Jakarta: Proyek Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 342--357.

Sugono, Dendy, 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, edisi keempat. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Suhadi, Machi, dkk., 1986. “Laporan Penelitian Epigrafi Jawa Tengah”, dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 37. Jakarta: Proyek Penelitian Purbakala Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Susanto, R.M., 1993. “Logam Sebagai Bahan Salah Satu Alat Upacara Kajian Pada Relief Candi”, dalam Analisis Hasil Penelitian Arkeologi IV, Kuningan, 10-16 September 1991. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 193--196.

Tjahjono, Baskoro D., 1993. “Permasalahan Klasifikasi Pandai Besi Pada Masa Klasik”, dalam Analisis Hasil Penelitian Arkeologi IV, Kuningan, 10-16 September 1991. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 209--215.

Triwurjani, Rr., 1993. “Hubungan Antara Bahan, Bentuk, dan Fungsi Artefak Perunggu di Indonesia”, dalam Analisis Hasil Penelitian Arkeologi IV, Kuningan, 10-16 September 1991. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 101--109.

Utomo, Bambang Budi, 2007. Prasasti-prasasti Sumatra. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Zoetmulder, P.J., 1995. Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

http://www.mandailing.org/ind/kekrabatan-ren6.html


Article Metrics

View Counter : Abstract | 45 | PDF | 7 | Total View | 52 |

DOI: https://doi.org/10.24832/bas.v12i24.212

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.