Karakter Budaya Gua Kidang Hunian Prasejarah Kawasan Karst Pegunungan Utara Jawa

Indah Asikin Nurani

Abstract


Abstract
Thus far the karst area of the Northern Mountains of Java only has very few traces of occupation caves. investigations carried out by foreign researchers, particularly the ones from the Dutch, cover a number of caves in Situbondo, Tuban, and Bojonegoro. The interpretation made in relation to the results of investigations in the karst area of the Northern Mountains of Java show the distinct characteristics of maritime culture, which are artifacts and ecofacts, including marine and freshwater fauna. Aside from that, vertebrates were also found as artifacts and ecofacts. The cultural characteristics of habitation caves in the karst area of the Northern Mountains of Java differ from those in the Southern Mountains of Java, particularly Gunung Sewu (Thousand Mountains). Gua Kidang (Kidang Cave) is located in the karst area of Blora, and until now it is the only cave which shows indications that it was intensively inhabited for a long period of time. The cultural remains at that cave provide comprehensive information about the human occupation in their effort to survive. This article tries to reconstruct the living pattern of the inhabitants of Gua Kidang in exploring the surrounding environment to find food sources and raw materials to make their daily implements. The studies to reveal the problems include technological, geoarchaeological, and palaeoanthropological studies. This research employs descriptive-explanative method with inductive reasoning, while the approach is spatial archaeology.

 

Abstrak

Kawasan karst pegunungan utara Jawa selama ini minim jejak budaya gua hunian. Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti asing khususnya orang Belanda, meliputi gua-gua di Situbondo, Tuban, dan Bojonegoro. interpretasi yang disusun sehubungan dengan hasil penelitian di kawasan karst Pegunungan Utara Jawa memberikan kekhasan karakter budaya pantai yaitu temuan baik artefak maupun ekofak dari fauna marin dan air tawar. Selain itu, fauna vertebrata juga ditemukan baik sebagai artefak maupun ekofak. Hal yang menjadi karakter budaya gua hunian di kawasan karst Pegunungan Utara Jawa berbeda dengan di kawasan karst Pegunungan Selatan Jawa khususnya di Gunung Sewu. Gua Kidang berada di kawasan karst Blora, yang sampai saat ini merupakan satu-satunya gua yang membuktikan indikasi dihuni secara intensif dalam kurun waktu yang panjang. Jejak budaya yang ditinggalkan memberikan informasi lengkap tentang okupasi manusia penghuninya dalam mempertahankan hidup. Tulisan ini akan memberikan gambaran rekonstruksi pola hidup manusia
penghuni Gua Kidang dalam mengeksplorasi alam sekitarnya, baik dalam mencari sumber makan maupun sumber bahan baku untuk peralatan sehari-hari. Kajian untuk mengungkap permasalahan meliputi kajian teknologi, geoarkeologi, dan paleoantropologi. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif – eksplanatif dengan penalaran induktif. Pendekatan yang digunakan adalah arkeologi keruangan.


Keywords


Gua Kidang, arkeologi keruangan, kawasan karst, okupasi, geoarkeologi

References


Anonim, 1999. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Clarke, 1977. “Spatial information in Archaeology” Spatial Archaeology. London: Academic Press, pp. 1-23

Heekeren, H.R. van. 1972. “Stone Age of Indonesia”, VKI, The Hague: Martinus Nijhoff.

Jatmiko, 1997. Laporan Hasil Penelitian Arkeologi Ekskavasi di Situs Gua Peturon (Kabupaten Tuban) dan Gua Lawang (Kabupaten Bojonegoro), Provinsi Jawa Timur. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Tidak terbit

Mundardjito, 1990. “Metode Penelitian Permukiman Arkeologi”, Monumen Lembaran Sastra Seri Penerbitan Ilmiah No. 11 Edisi Khusus, Depok: Fakultas Sastra UI. Hlm. 19 – 31

Nitihaminoto, Goenadi dan Lucas Partanda Koestoro, 1980. Laporan Penelitian Arkeologi Ekskavasi Song Prahu, Tuban, Jawa Timur. Yogyakarta: Balai Arkeologi. Tidak diterbitkan.

Nurani, Indah Asikin, 1999, LPA Pola Pemanfaatan Lahan Gua-gua di Kabupaten Bojonegoro, Yogyakarta: Balai Arkeologi, tidak diterbitkan.

Nurani, Indah Asikin, 2001, LPA Pola Pemanfaatan Lahan Gua-gua di Kabupaten Ponorogo, Yogyakarta: Balai Arkeologi, tidak diterbitkan.

Nurani, Indah Asikin, 2006, “Pemanfaatan Lahan Gua di Jawa”, Permukiman di Indonesia Perspektif Arkeologi. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata. Hlm: 51 – 62.

Nurani, Indah Asikin, 2008. “Pemanfaatan Gua Pada Kehidupan Manusia Prasejarah di Jawa Timur”, Pertemuan Ilmiah Arkeologi di Yogyakarta. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi indonesia, hlm 154 – 166.

Nurani, Indah Asikin dan Agus Tri Hascaryo, 2000, “Pola Pemanfaatan Lahan Gua Komunitas Gunung Watangan”, Berita Penelitian Arkeologi No.16. Yogyakarta: Balai Arkeologi

Nurani, Indah Asikin dan Agus Tri Hascaryo. 2010. Laporan Penelitian Arkeologi Pola Okupasi Gua Hunian Prasejarah Kawasan Gamping, Blora. Yogyakarta: Balai Arkeologi. Tidak diterbitkan.

Nurani, Indah Asikin dan Agus Tri Hascaryo. 2011. Laporan Penelitian Arkeologi Pola Okupasi Gua Kidang, Hunian Masa Prasejarah Kawasan Karts Todanan. Yogyakarta: Balai Arkeologi. Tidak diterbitkan.

Nurani, Indah Asikin dkk. 2014. “Sistem Kubur Penghuni Gua Kidang, Blora”. Berkala Arkeologi vol 34 no.1 Mei. Yogyakarta: Balai Arkeologi. Hlm. 17-36.

Nurani, Indah Asikin dkk. 2015, LPA Pola Okupasi Gua Kidang, Hunian Prasejarah Kawasan Karst Todanan, Blora. Yogyakarta: Balai Arkeologi, tidak diterbitkan

Said, Chaksana A.H., dan Bambang Budi Utomo, 2006. “Permukiman dalam Perspektif Arkeologi”, Permukiman di indonesia Perspektif Arkeologi. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata, hlm 1 – 15.

Simanjuntak, H Truman, 1999. “Budaya Awal Holosen di Gunung Sewu”. Berkala Arkeologi th XIX Edisi no. 1/Mei. Yogyakarta: Balai Arkeologi

Yuwono, J. Susetyo Edy, 2005, “Paleogeografi Pegunungan Selatan Jawa dan Implikasinya terhadap Penyusunan Hipotesis tentang Migrasi Lokal Komunitas Prasejarah di Jawa Bagian Timur”, dalam Sumijati Atmosudiro dan Marsono (ed)., Potret Transformasi Budaya di Era Global, Unit Pengkajian dan Pengembangan FIB UGM, Yogyakarta, hlm.142 – 163.

Zaim, Yahdi, 2016. “Gemorfologi Gua Kidang dan Sekitarnya Serta Perkembangan Morfologi Undak Daerah Aliran Sungai Lusi dan Sekitarnya Untuk Jelajah Dan Hunian Manusia Pada Kala Holosen”, LPA Pola Okupasi Gua Kidang, Hunian Prasejarah Kawasan Karst Todanan, Blora. Yogyakarta: Balai Arkeologi. Tidak diterbitkan


Article Metrics

View Counter : Abstract | 135 | PDF (Bahasa Indonesia) | 0 | Total View | 165 |

DOI: https://doi.org/10.24832/sba.v19i1.19

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.