Situs Kota Rebah Di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau: Pertapakan Istana Atau Bangunan Lain

Lucas Partanda Koestoro

Abstract


An excavation at the site of Kota Rebah (also known as Kota Lama) in the city of Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Riau Islands) Province in October 2014, which was carried out by the Cultural Office of Kepulauan Riau Province, in cooperation with the Medan Archaeological Centre and the Cultural Heritage Conservation Office of Batusangkar, is an attempt to explore remains of the cultural history of Kepulauan Riau community, including to understand about their types and functions. This is in relation to the site and remains of a building that is believed by some local inhabitants to be a site and remains of the palace of the Melayu kings in the past. The data collected using survey and excavation method indicate that the site and building remains are more likely to be remains of a loji (fort with warehouses) than the site and remains of a palace.

Keywords


site, palace, loji (fort with warehouses)

Full Text:

PDF

References


Bottoms, JC, 1995. “Beberapa sumber sejarah Melayu. Sebuah catatan bibliografis”, dalam Soedjatmoko et al. (eds.) Historiografi Indonesia. Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hal. 137--166

BPS, 2011. Tanjung Pinang Dalam Angka 2011. Tanjung Pinang: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah & Penanaman Modal Kota Tanjung Pinang & Badan Pusat Statistik Kota Tanjung Pinang

Graaf, HJ de & Th.GTh. Pigeaud, 1985. Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Jakarta: Grafiti Pers

Groeneveld, WP, 2009. Nusantara Dalam Catatan Tionghoa, diterjemahkan oleh Gatot Triwira. Depok: Komunitas Bambu

Junus, Hasan, 2002a. Engku Puteri Raja Hamidah Pemegang Regalia Kerajaan Riau. Pekanbaru: Unri Press

Junus, Hasan, 2002b. Karena Emas di Bunga Lautan. Pekanbaru: Unri Press

Junus, Hasan, 2002c. . Raja Ali Haji Budayawan di Gerbang Abad XX. Pekanbaru: Unri Press

Koestoro, Lucas Partanda, 2010. “Arkeologi dan Pengelolaan Objek Arkeologi”, dalam Dari Masa Lalu Ke Masa Kini. Kajian Budaya Materi, Tradisi, dan Pariwisata (Ed. Wanny Rahardjo Wahyudi). Jatinangor: Alqaprint, 2010, hal. 137--150

Koestoro, Lucas Partanda, 2011. “Dapur Gambir di Kebun Lama Cina, Jejak Kegiatan Perekonomian Masa Lalu Sebagai Potensi Sumber Daya Arkeologi Pulau Lingga”, dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala Vol. IV No. 27. Medan: Balai Arkeologi Medan, hal. 83--109

Koestoro, Lucas Partanda, Ery Soedewo & Ketut Wiradnyana, 2004. “Arkeologi Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau”, dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 11. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Koestoro, Lucas Partanda dkk., 2014. Laporan Ekskavasi Situs Kota Rebah Di Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2014. Tanjung Pinang: Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau (belum diterbitkan).

Locher-Scholten, Elsbeth, 2008. Kesultanan Sumatera dan Negara Kolonial: Hubungan Jambi-Batavia (1830 – 1907) dan Bangkitnya Imperialisme Belanda, diterjemahkan oleh Noor Cholis. Jakarta: Banana & KITLV Jakarta

Polo, Marco, 2009. Marco Polo, diterjemahkan oleh Ary Kristanti. Surabaya: Selasar Publishing

Reid, Anthony, 1992. Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680, diterjemahkan oleh Mochtar Pabotinggi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Renfrew, Colin & Paul Bahn, 1991. Archaeology Theories, Methods, and Practise. London: Thames and Hudson

Sedyawati, Edi, 1999. “Arkeologi Dalam Penggolongan Ilmu, Serta Penggunaan Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif”, makalah dalam Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi 1999 oleh Puslitarkenas, Lembang 22--25 Juni 1999

Tan Ta Sen, 2007. “Hubungan Kerajaan Malaka dengan Dinasti Ming: Sebuah Tinjauan Ulang”, dalam Leo Suryadinata (ed.), Laksamana Cheng Ho dan Asia Tenggara. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia, hal. 43--55

Tjandrasasmita, Uka (ed.), 1993. Sejarah Nasional Indonesia III. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya

Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Widodo, Johannes, 2007. “Admiral Cheng Ho dan Kota-kota Pesisir di Asia Tenggara”, dalam Leo Suryadinata (ed.), Laksamana Cheng Ho dan Asia Tenggara. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia, hal. 56--74

Wulandari, Triana et al, 2009. Sejarah Wilayah Perbatasan Batam – Singapura 1824 – 2009. Depok: Gramata


Article Metrics

View Counter : Abstract | 231 | PDF | 14 | Total View | 267 |

DOI: https://doi.org/10.24832/sba.v18i2.13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.